Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 07 April 2014

Kesesatan Berpikir (Fallacy)

Fallacy merupakan suatu bentuk kesesatan penalaran yang mencoba mengambil kesimpulan atau membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir logis, yang runtut dan sistematis, (Soekadijo,1988:11).
Fallacy bisa terjadi karena pemaksaan prinsip-prinsip logis tanpa memperhatikan relevansi, (Sumaryono, 1999:9).

Contoh-contoh fallacy :
1. Kesesatan karena aksen atau tekanan.
  * Tiap pagi pasukan mengadakan apel.
  * Apel adalah buah.
  * Tiap pagi pasukan mengadakan apel.
2. Kesesatan karena term ekuivok.
  * Sifat abadi adalah sifat Tuhan.
  * Joko adalah mahasiswa abadi.
  * Joko adalah mahasiswa yang memiliki sifat ketuhanan.
3. Kesesatan karena arti kiasan.
  * Ada gula ada semut.
  * Di almari ada gula.
  * Di almari ada semut.
4. Kesesatan karena amfiboli (konstruksi kalimat sedemikian rupa sehingga artinya menjadi      bias).
  * Tadi pagi ada kucing makan ikan mati.
    (yang mati kucing atau ikannya..?? )
5. Kesesatan karena over-generalisation.
  * Orang gondrong adalah penjahat.
  * Semua penjahat harus dihukum.
  * Semua orang gondrong harus dihukum.
6. Ksesatan akibat extension (perluasan).
  * Polisi melakukan razia daging babi.
  * Ditemukan daging babi dicampur dengan daging sapi di pasar Johar.
  * Daging sapi di Semarang telah tercemar daging babi.
7. Kesesatan relevansi.
 * Pasca runtuhnya Orde Baru krisis ekonomi semakin parah.
  * Gus Dur adalah penguasa pasca runtuhnya orde baru.
  * Gus Dur akibat krisis ekonomi.
8. Argumen ad hominem (mempersalahkan korban)
  * Di Iran sering terjadi gempa bumi
  * Masyarakat Iran beraliran Syi'ah
  * Gempa bumi di Iran karena Allah tidak meridhoi Syi'ah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar